Adopsi QRIS Terkendala saat Pandemi

25 Nov 2020 5 Minutes reading

QRIS (Quick Response Indonesia Standard) bisa dikatakan sebagai inovasi produk atau layanan perbankan digital. Dia merupakan sistem pembayaran non tunai (cashless) yang prosesnya lebih cepat, dan minim resiko uang palsu. QRIS melayani pembayaran dari semua penyelenggara (bank dan non bank) yang berlogo QRIS dari Bank Indonesia. Sehingga ini memudahkan merchant seperti toko, pedagang, warung, tempat parkir, tiket wisata, donasi, dan sebagainya untuk memproses pembayaran. 

Sejauh ini transaksi QRIS memang mengalami peningkatan. Sayangnya, di tahun 2020 ini target pemerintah terkait transaksi non tunai mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Penurunan terjadi karena keterbatasan ruang gerak. Banyak merchant tidak beroperasi, sehingga petugas tidak bisa bertemu dengan pengelola atau kasir merchant. 

Faktor lain karena masih sedikitnya perbandingan volume transaksi QRIS dengan chip terpasang. Adopsi QRIS terutama bagi agen laku pandai (branchless banking) terkendala oleh biaya Merchant Discount Rate sebesar 0,7 persen dari transaksi dan waktu settlement. Untungnya, memasuki era normal baru, pemerintah memberlakukan aturan pembebasan biaya transaksi pembayaran QRIS bagi UMKM.

Melansir laman Tempo, (27/8), Asisten Direktur Bank Indonesia, menyatakan:

""Untuk lebih mendorong penggunaan payment non-tunai QRIS ini kami membebaskan biaya transaksi yang tadinya sebesar 0,75 persen menjadi 0 persen,"" ujar Ronggo Gundala Yudha. 

Terhambatnya implementasi QRIS dinilai sebagai hal wajar. Artinya, hambatan tersebut bukan serta merta mengindikasikan kinerja buruk dari agen laku pandai maupun perbankan sebagai penyelenggara. Pandemi Covid-19 dinilai sebagai kejadian nyata yang berdampak ke micro merchant dimana ternyata banyak dari mereka yang belum cukup familiar dengan praktik acquiring business sebagaimana umumnya.  

Sebagai upaya percepatan adopsi QRIS di kalangan para pelaku UMKM, pemerintah gencar melakukan sosialisasi melalui media sosial dan pertemuan daring. Perbankan pun ikut serta mendorong perluasan pelayanan QRIS dengan menambah jumlah merchant. Upaya ini diharapkan bisa menjawab ketakutan masyarakat akan penyebaran virus, karena mekanisme QRIS yang cashless juga contactless. Sistem QRIS sendiri memiliki fitur tanpa tatap muka. Jadi, pedagang atau merchant bisa mengirimkan kode QR secara langsung. Konsumen cukup menyimpan gambar kode QR tanpa perlu melakukan pemindaian, lanjut proses transaksi dari aplikasi yang sudah dipilih. 

Some CTA to lead

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

#QRIS #IT Solution for Business