Mengenal OKR Part 1

24 Nov 2020 5 Minutes reading
Berbicara mengenai sistem manajemen pencapaian perusahaan, kita tidak asing dengan istilah Key Performance Indicator (KPI). Selain KPI, belakangan ada model lain yang menarik perhatian banyak pihak. Dialah OKR, singkatan dari Objectives and Key Results. Dia merupakan goals management framework, yaitu sistem manajemen kerja dalam rangka pencapaian goal perusahaan. Dalam tulisan berjudul Measure What Matters, John Doerr mendefinisikan OKR sebagai sebuah metodologi manajemen yang membantu untuk memastikan perusahaan fokus pada isu-isu utama dalam perusahaan. Sebagaimana namanya, OKR memiliki dua elemen penting. Pertama adalah objective atau dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai tujuan. John mengartikan objective sebagai apa yang ingin dicapai atau dituju oleh individu, tim, dan organisasi. Sementara Key Results itu tolak ukur bagaimana individu, tim, dan organisasi menuju ke objective. Dengan kata lain, Objective menentukan apa yang dikejar, sementara Key Results menentukan bagaimana mengejarnya atau pengukuran hasil yang dicapai. Contoh, salah satu Objective perusahaan adalah membuat pelanggan puas dengan pelayanan, maka Key Resultsnya bisa berupa rating pelayanan mencapai 4,6 atau lebih (dalam skala 5) dan 90% zero komplain. Sejarah menyebutkan sistem OKR pertama kali dibuat oleh Peter Drucker. Kemudian pada 1975 Andy Grove, bos perusahaan Intel, mengembangkan OKR dengan menamainya iMBO, Intel Management By Objectives, yang memodifikasi konsep Peter Drucker, Management By Objective diubah menjadi Objectives dan Key Results. Berikutnya, bos raksasa Google, Larry Page dan Sergey Brin, menggunakan OKR sebagai sistem Goal Setting dan Execution hingga saat ini dan menjadi populer di perusahaan teknologi maupun startup. Sistem OKR akan menuntun perusahaan dan startup dalam mencapai tujuan berdasarkan strategi dan visi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sehebat apapun visi dan strategi, jika kita tidak cukup mampu untuk mengeksekusinya, maka dia hanya akan menjadi mimpi. OKR membantu manajemen perusahaan lebih fokus ke hal-hal penting, menyelaraskan kinerja tim, serta memperkuat engagement. Apalagi model ini terbilang sederhana, mudah diaplikasikan, dan sesuai dengan lingkungan kerja yang dinamis seperti kebanyakan startup atau perusahaan terknologi. Dengan OKR, pencapaianmu bisa jadi meningkat 10 hingga 20 kali lebih cepat. Kedua, karena fokus terjaga, sehingga eksekusi dan hasil jadi lebih transparan, serta tujuan ataupun tindakan tiap tim bisa saling diselaraskan (alignment). Lantas, bagaimana OKR bisa membantu perusahaan agar fokus dan bekerja secara efektif mencapai tujuan? Lalu apakah tujuan yang sudah dipilih itu sudah tepat? Materi ini akan disampaikan pada sesi berikutnya.

Some CTA to lead

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

#Objective Key Results #OKR