Trend Investasi Digital Incaran Milenial

26 Nov 2020 5 Minutes reading
Hai young people, kawula muda, generasi milenial masa kini. Coba jujur, apakah kita sudah mengalokasikan 10 hingga 15% penghasilan kita untuk investasi. Sebenarnya, investasi bisa dimulai selagi muda, tidak perlu menunggu mapan. Hasil riset yang dilakukan di 17 negara menyebutkan, 48% generasi milenial ingin punya gaya hidup lebih baik di masa depan. Ini berarti milenial punya daftar keinginan jangka pendek dan kebutuhan masa mendatang. Sayangnya, biaya untuk mencukupi kebutuhan masa depan umumnya melonjak tiap tahun karena disebabkan faktor inflasi. Contohnya, harga sepetak rumah di pinggiran Kota Surabaya 15 tahun lalu mungkin angkanya tidak lebih dari 200 juta. Sekarang harganya naik hingga tiga kali lipat. Alasan inilah yang mewajibkan kita mesti rajin menabung. Jadi, jika kita mau memenuhi kebutuhan dan gaya hidup untuk 10 hingga 20 tahun ke depan, maka investasi adalah solusi tepat. Apalagi, investasi sekarang tidak memerlukan modal besar. Hanya dengan 100 ribu rupiah, kita sudah bisa jadi investor. Kedua, prosesnya sekarang mudah dan praktis, semua bisa dilakukan lewat smart phone. Bicara soal jenis investasi digital, ada banyak macamnya. Berikut pilihan trend investasi digital yang banyak diburu, utamanya oleh milenial. Reksa Dana Jika kamu termasuk orang yang baru pertama kali main investasi, maka reksa dana adalah pilihannya. Alasannya karena lebih mudah, risiko relatif rendah, dan cocok bagi kamu yang tidak punya waktu luang cukup banyak. Kita bisa mulai berinvestasi dengan nominal rendah. Kita juga bisa membeli produk reksa dana seperti obligasi, deposito, dan saham, melalui platform ecommerce seperti Tokopedia. Saham Dia termasuk instrumen investasi paling populer. Berbeda dengan reksa dana, investasi saham memiliki risiko cukup tinggi. Akan tetapi kamu bisa mendapatkan hasil yang sebanding dengan nilai investasinya. Sebelum terjun ke investasi saham, ada baiknya kita mendalami analisis fundamental, dan risikonya terlebih dahulu, lalu disesuaikan dengan portofolio kita. Emas Sama halnya saham, emas termasuk produk investasi yang sedang naik daun. Belakangan investasi emas menunjukkan tren positif, terutama untuk anak muda. Kondisi ekonomi global yang tak menentu menjadikan harga emas melonjak tajam. Karena faktor ini, emas dipandang sebagai instrumen investasi menarik. Kelebihannya karena nilai emas tahan terhadap fluktuasi inflasi, barangnya tidak mudah rusak, minim risiko, dan harganya relatif naik. Ditambah, sebagian platform ecommerce juga menyediakan layanan menabung emas digital mulai dari 1 gram. Kita juga lebih mudah memantau harga emas di pasaran lewat mobile apps. Peer to Peer Lending P2P lending termasuk instrumen investasi berbasis teknologi digital yang baru ngetren belakangan. Dengan modal cukup terjangkau, kita bisa menjadi investor atau lender di sebuat platform P2P lending. Keuntungan yang didapat dari hasil investasi P2P lebih tinggi dibandingkan deposito. Meski demikian, risiko investasi P2P lending juga tinggi karena adanya faktor gagal bayar yang menyebabkan investor kehilangan uangnya. Kabar baiknya, kita tak perlu ragu, sebab P2P Lending di Indonesia punya regulasi jelas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peraturan nomor 77/pojk.01/2016 yang bisa dijadikan perlindungan hukum ketika kita mau melakukan investasi P2P lending. Equity Crowdfunding Popularitas kebedaraan fintech memberi peluang investasi crowdfunding. Produk investasi ini bisa menjadi alternatif untuk menghimpun dana tanpa perlu IPO. Bisa dibilang, equity crowdfunding itu solusi bagi milenial yang mau membantu milenial lain atau UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

Some CTA to lead

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

#Investasi Digital,Milenial