Perlukah Mencari Ide Bisnis

25 Nov 2020 5 Minutes reading
Menggali ide pada dasarnya merupakan langkah awal untuk memulai apapun. Seorang desainer kreatif misalnya, dia perlu segudang ide untuk menciptakan karya-karya menarik. Begitu halnya dengan membangun bisnis, semua prosesnya dimulai dari pengalian ide lalu dikembangkan hingga mempunyai nilai. Persoalannya sekarang dari mana inspirasi itu datang? Perlukah Kita mencari ide? Seringkali seseorang mendapatkan ide dari masalah yang ia hadapi. Fakta membuktikan, sebagian perusahaan besar bermula dari sebuah ide sepele. Canva misalnya, unicorn from Australia yang dibuat oleh mahasiswi karena mengalami kesulitan menggunakan software desain grafis saat kuliah. Contoh lain adalah raksasa teknologi dunia seperti facebook, google, and Yahoo. Bisnis yang mereka kembangkan bermula dari proyek main-main saja. Bicara soal ide, ini seperti kita menemukan jarum di tumpukan jerami. Saat kita mencoba mencarinya dengan menghilangkan sedikit demi sedikit jerami itu, kemungkinan besar jarum tidak akan ketemu. Kalaupun ketemu, usia kita sudah tak lagi muda. Cara tercepat menemukan jarum dalam jerami adalah dengan menggunakan magnet. ini sebenarnya juga bukan pekerjaan mudah, tapi peluang menemukan jarumnya lebih besar. And so, how we get the idea? The answer is brain. Yes, otak yang sudah terlatih bisa mengidentifikasi berbagai kemungkinan, memilah gagasan baik dari yang buruk, lalu menetapkan gagasan tersebut menjadi sebuah ide bisnis. Ide akan lebih mudah muncul jika kita membaca, mendengar, dan fokus mendalami satu bidang dengan konsisten. Ingat, bahwa ide selalu berkembang. Kita tidak harus menunggu ide besar untuk memulai bisnis. Jangan terlalu lama memikirkan ide, tapi bangunlah pengalaman dan reputasi terlebih dahulu. Don’t think, but just do business. Bisa jadi kamu akan menemukan masalah baru. Untuk itu kamu perlu memperbaiki ide, jika perlu lakukan pivot. Apakah sebuah ide itu berharga atau tidak? Jawabannya tentu relatif. Idea itu sifatnya intangible dan tidak terukur secara tepat. Ide akan jadi sangat berharga jika berada pada orang yang tepat dalam mengeksekusinya. Sebaliknya, Ide besar akan jadi sepele jika berada di tangan orang yang salah. Ada satu contoh cerita yang sudah sangat terkenal, “the pirates of silicon valley”. Cerita itu mengisahkan tentang Bill Gates dan Steve Jobs yang menjiplak ide/prototipe dari Xerox Parc, yaitu sebuah operating system yang sudah memakai Graphical User Interface di saat era masih text-based. Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita the pirates of silicon valley adalah bahwa kita mesti berhati-hati dengan ide kita, jangan asal share. “If Xerox had known what it had and had taken advantage of its real opportunities,” Jobs said, years later, “it could have been as big as I.B.M. plus Microsoft plus Xerox combined—and the largest high-technology company in the world,” Steve Jobs Ada beberapa langkah sistematis yang bisa membantu Anda menemukan ide bisnis, diantaranya: #Pikirkan masalah yang Anda alami sendiri Pada aktivitas anda sehari-hari, entah itu pada pekerjaan atau lainnya, seringkali ada masalah, sedangkan belum ada jawaban yang bisa memuaskan Anda. Jadikanlah itu sebagai ide, yaitu memberikan solusi atas masalah itu. Kemudian tanyakan ke teman-teman Anda, apakah mereka juga merasakan masalah yang sama dengan Anda, dan apakah ide tersebut bisa menjawab ketidakpuasan mereka. Jika iya, bungkuslah sebagai sebuah ide bisnis #Temukan masalah yang dialami orang lain Berkelilinglah. Coba bergaul dengan banyak orang, berbincanglah dengan mereka. Coba gali apa yang sedang mereka rasakan sebagai masalah. Buatlah diskusi yang tidak terkesan formal. Jika Anda dalami, dari sana mungkin anda bisa menemukan ide yang bisa memecahkan masalah mereka. #Riset dari meja Anda Google sudah menjadi alat bantu canggih yang bisa melakukan apa saja terkait informasi. Carilah informasi tentang bisnis apa yang sedang turun dan apa penggantinya. Carilah tren/topik yang sedang populer saat ini dengan Google Trends. Misalnya Anda menemukan bahwa saat ini di Indonesia sedang banyak orang yang mencari tentang “aquaspace”, maka Anda punya peluang bisnis untuk ide serupa. Amati startup dan teknologi baru yang sedang berjalan di luar negeri. Cari tahu apa masalah yang mereka selesaikan, dan cari tahu apakah masalah yang sama juga terjadi di Indonesia. Jika kemudian Anda memutuskan untuk menjalankan ide tersebut, Anda harus menyesuaikannya dengan kondisi masyarakat kita. Lihatlah juga teknologi terbaru yang sedang berjalan di luar negeri, seperti AI, Eco Energy, IOT, dll. Silakan lakukan riset dan uji coba untuk menerapkan teknologi yang sama di sini. Eksekusi yang baik itu 10 kali lebih penting dan 100 kali lebih berat dibandingkan sebuah ide yang brilian. Sam Altman – President Y Combinator Jika Anda sudah menemukan ide bisnis, langkah penting selanjutnya adalah melakukan eksekusi. Dimulai dari proses melakukan validasi awal terhadap ide tersebut, hingga bisnis berjalan. Tetapi yang harus Ada sadari adalah, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi seperti ide memang tidak berjalan, ide tersebut butuh perubahan (pivot), atau eksekusi ide yang salah. Penulis : Aan Setianto

Some CTA to lead

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

#business idea